Kamis, 10 Mei 2012

PERMINTAAN, PENAWARAN, DAN KESEIMBANGAN PASAR

Permintaan mencerminkan perilaku konsumen dalam membeli barang/jasa. Interaksi antara konsumen dan produsen akan menciptakan kesepakatan harga diantara keduanya yang disebut dengan keseimbangan harga.

A. PERMINTAAN
1. Pengertian permintaan
Daftar permintaan ini menggambarkan angan-angan Bu Narto akan pembelian beras selama 1 bulan. Daftar ini menunjukkan berbagai jumlah beras yang akan Bu Narto beli pada berbagai tingkat harga, selama satu bulan.
Daftar permintaan tersebut dapat digambarkan menjadi kurva permintaan. Kurva permintaan digambarkan dalam silang sumbu dimana sumbu vertikal untuk menyatakan tingkat harga (Price/P) dan sumbu horizontal
untuk menyatakan jumlah barang yang diminta menyatakan jumlah barang yang diminta (Quantity/Q).

Konsep
Permintaan merupakan skedul atau kurva atau fungsi yang menunjukkan jumlah barang yang diminta konsumen pada berbagai tingkat harga barang itu sendiri. Perilaku permintaan konsumen tunduk pada apabila harga suatu barang naik maka jumlah yang diminta konsumen bertambah dan sebaliknya apabila harganya turun maka jumlah yang diminta berkurang.
Permintaan mencerminkan perilaku konsumen dalam membeli barang atau jasa tertentu. Sedangkan penawaran mencerminkan perilaku produsen dalam menjual barang atau jasa tertentu. Permintaan dan penawaran bersama-sama akan membentuk pasar.














Kurva permintaan merupakan kurva yang menghubungkan titik-titik yang menunjukkan hubungan antara berbagai jumlah barang yang diminta konsumen pada berbagai tingkat barang itu sendiri. Kurva permintaan pada umumnya memiliki kemiringan negative atau miring dari kiri atas ke kanan bawah. Kemiringan negatif kurva permintaan sesuai dengan hukum permintaan.
Fungsi permintaan  merupakan persamaan matematis yang menunjukkan hubungan fungsional antara jumlah barang yang diberi konsumen dengan harga barang itu sendiri.
Fungsi permintaan mempunyai bentuk umum sebagai berikut :
Qd = a – bp
Dimana :
Qd : Jumlah yang diminta
p : Harga
a : Jumlah yang minta pada harga O
b : ∆Q/∆p = perubahan yang diminta karena adanya perubahan harga
Fungsi tersebut bisa dibentuk dengan menggunakan rumus matematis :
(Q-Q_1)/(Q_2-Q_1 )= (P-P_1)/(P_2-P_1 )

Menggunakan contoh skedul permintaan beras Bu Narto selama satu bulan pada table 4.1 dengan mengambil dua kombinasi harga dan jumlah beras yang diminta.
Harga per unit
(P) (Rp) Jumlah Y beras yang akan diminta
(Q) (kg)
3.500 (P1)
3.750 (P2) 30 (Q1)
28 (Q2)

Dapat ditemukan persamaan permintaan :
=
=
=
250Q – 7.500 = -2P + 7.000
250Q = -2P + 14.500
Q = -0,008P + 58
Jadi, fungsi permintaan Ibu Narto akan beras dalam satu bulan adalah :
Q = -0,008 P + 58.
Pengertian permintaan tunduk pada hukum permintaan. Nah, apakah kalian sudah paham tentang hukum permintaan? Agar kalian memahami tentang hukum permintaan kalian baca uraian berikut :

2. Hukum Permintaan
Hukum permintaan berbunyi, “Apabila harga suatu barang atau jasa naik, maka jumlah yang diminta konsumen akan bertambah”.
Pengertian permintaan haruslah didasari asumsi bahwa faktor-faktor selain harga yang juga ikut menentukan jumlah yang diminta konsumen tidak berubah (caterius paribus).
Contoh : harga beras naik misalnya dari Rp.3000,00 menjadi Rp.3.500,- per kilogramnya, kemungkinan jumlah beras yang diminta akan tetap atau bahkan naik ketika pendapat konsumen meningkat.



3. Macam-Macam Permintaan
Permintaan mencerminkan pola perilaku konsumen dalam membeli suatu jenis barang atau jasa tertentu.
Artinya : Keinginan saja tidak mencukupi syarat untuk terciptanya permintaan. Untuk mendapatkan suatu barang, konsumen harus memiliki cukup uang untuk membeli barang tersebut.
Permintaan juga dapat dibedakan menjadi dua yaitu :
Permintaan individu : yaitu permintaan yang dilakukan oleh seseorang konsumen.
Permintaan pasar : yaitu penjumlahan dari permintaan-permintaan secara individu.

Berbagai jumlah beras yang akan dibeli masing-masing konsumen dilambangkan dengan Q1, Q2, Q3, Q4, Q5, Q6………….dstnya dan jumlah seluruh beras yang diminta seluruh konsumen dilambangkan Qm = Q1 + Q2 + ………..+ Q100, jumlah seluruh beras yang diminta seluruh konsumen. Pada berbagai tingkat harga dapat dilihat pada table berikut:
Daftar permintaan pasar akan beras selama 1 bulan
Harga Per Kg (Rp) Q1 Q2 Q3 Q4 Q5 Q6 Dst QM
3.500
3.750
4.000
4.250
4.500
4.750 30
26
22
18
14
10 32
27
23
17
14
11 29
24
18
13
11
9 28
24
22
20
16
12 31
27
23
20
17
13 33
28
25
23
15
12 …




… 3.000
2.800
2.600
2.400
2.200
2.000

Dari table 4.2 dapat digambarkan kurva permintaan pasar untuk beras seperti berikut:








Permintaan tidak didukung kemampuan pembeli  disebut dengan permintaan potensial atau permintaan absolute permintaan yang didukung disebut permintaan efektif.

4. Faktor-faktor yang memengaruhi permintaan
Asumsi cateris paribus mengandung arti bahwa faktor selain harga barang itu sendiri (yang juga menentukan jumlah barang yang diminta) tidak berubah. Apabila faktor-faktor yang dianggap tetap tersebut berubah, maka akan menyebabkan terjadinya perubahan permintaan.
Pergeseran kurva permintaan mengandung dua pengertian pertama, pergerakan sepanjang kurva permintaan dan pengertian kedua pergeseran seluruh kurva permintaan.









Maka pergeseran kurva permintaan yang kedua adalah pergeseran seluruh kurva permintaan.
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan permintaan tersebut :
Intensitas kebutuhan
Intensitas kebutuhan konsumen memengaruhi jumlah barang yang diminta.
Contoh : meningkatnya intensitas kebutuhan akan komputer cenderung menyebabkan jumlah komputer yang diminta meningkat dan sebaliknya.

Selerah konsumen
Tingginya selera konsumen terhadap suatu barang akan menyebabkan jumlah barang yang dibeli cenderung meningkat dan sebaliknya. Semakin mendesaknya kebutuhan alat komunikasi membuat selera kalangan anak muda terhadap kepemilikan telepon selular meningkat.

Pendapatan konsumen
Pendapatan konsumen turut menentukan jumlah barang yang diminta. Akibatnya konsumen akan mampu membeli barang dalam jumlah yang lebih besar atau sebaliknya.
Contoh : menjelang Idul Fitri, biasanya para pegawai akan menerima tambahan pendapatan dalam bentuk tunjangan hari raya (THR).

Harga barang pengganti
Harga barang pengganti turut menentukan jumlah yang diminta konsumen. Berkurangnya jumlah barang yang diminta disebabkan karena konsumen lebih memilih membeli barang pengganti yang harganya menjadi relatif lebih murah.

Harga barang pelengkap
Harga barang pelengkap turut menentukan jumlah yang diminta konsumen. Contoh : mobil, dan bensin merupakan dua barang yang harus digunakan bersama-sama.

Perkiraan harga dimasa yang akan datang
Perkiraan konsumen terkait dengan harga barang dimasa yang akan datang turut menentukan jumlah barang yang diminta konsumen. Contoh, dugaan bahwa bensin akan naik, maka pada harga bensin hari ini yaitu sebesar Rp.5.000,- per liter.

Jumlah Konsumen
Jumlah konsumen turut menentukan jumlah barang yang diminta konsumen, contoh : peristiwa kelahiran bayi akan cenderung menyebabkan jumlah produk-produk perawatan bayi yang diminta bertambah, karena konsumen yang menggunakan produk-produk tersebut bertambah.
5. Elastisitas Permintaan
Perilaku permintaan konsumen terhadap suatu barang tercermin dalam hukum permintaan. Derajat kepekaan berubah jumlah yang diminta konsumen karena adanya perubahan harga barang itu sendiri merupakan konsumen. Elastisitas harga permintaan (price elasticity of demand) besarnya derajat elastisitas permintaan disebut koefisien elastisitas harga permintaan (nd).
nd =
nd =
Ket :
Q : melambangkan jumlah barang yang diminta
P : melambangkan harga
Q : melambangkan perubahan jumlah barang yang diminta
P : melambangkan perubahan harga
Apabila diperhatikan Q : Q merupakan angka persentase perubahan jumlah barang yang diminta dan P : P merupakan angka persentase perubahan harga barang itu sendiri.
Nilai koefisien dapat juga diungkapkan :
nd =

a. Macam-Macam Elastisitas Permainan
Ada 5 macam sebagai berikut
Permintaan in elastic (tidak elastis), jika (n < 1)
Permintaan suatu barang dikatakan in elastis apabila perubahan jumlah barang yang diminta konsumen tidak terlalu dipengaruhi oleh perubahan harga barang tersebut.
Permintaan elastis, jika n > 1
Permintaan terhadap suatu barang dikatakan elastis apabila perubahan jumlah yang diminta sangat dipengaruhi oleh perubahan harga barang tersebut.

Permintaan elastis uniter, jika n = 1
Permintaan terhadap suatu barang dikatakan elastis unter, apabila pengaruh perubahan harga sebanding dengan perubahan jumlah barang yang diminta.

b. Ukuran lain elastisitas permintaan
Konsep elastisitas yang kita bicarakan selama ini merupakan konsep elastisitas harga permintaan (price elasticity of demand) yaitu proporsi perubahan jumlah yang diminta akibat adanya perubahan harga barang itu sendiri. Untuk kedua faktor tersebut dikembangkan konsep elastisitas tersendiri.

Elastisitas pendapatan (income elasticity of demand)
Peka tidaknya jumlah barang yang diminta (Qd) konsumen apabila terjadi perubahan pendapatan (income) dapat diukur dengan elastisitas.
Pendapatan (n1) rumusnya adalah :
n1 =

=
Koefisien elastisitas pendapatan bisa bernilai positif atau negatif apabila elastisitas pendapatan bernilai positif berarti barang yang diminta konsumen merupakan normal. Artinya apabila pendapatan konsumen meningkat maka jumlah yang akan dibeli konsumen juga meningkat.

Elastisitas silang (cross elasticity of demand)
Ukuran yang dapat digunakan untuk melihat bagaimana pengaruh perubahan harga barang Y (Py) terhadap perubahan jumlah barang x yang diminta konsumen (Qx) adalah elastisitas silang.
Rumus elastisitas silang adalah sebagai berikut :
n =

=

B. PENAWARAN
1. Pengertian Penawaran
Fungsi penawaran merupakan persamaan matematis yang menunjukkan hubungan fungsional antara jumlah barang yang dijual produsen dengan harga barang itu sendiri. Fungsi penawaran mempunyai bentuk umum sebagian berikut :
Dimana :
Qs : Jumlah yang ditawarkan
P : Harga
Fungsi tersebut bisa dibentuk dengan menggunakan rumus matematis sebagai berikut:
=
Pengertian menawarkan tunduk pada hukum penawaran. Nah apakah kalian sudah paham tentang hukum penawaran? Agar kalian memahami tentang hukum penawaran. Baca uraian berikut dengan seksama !

2. Hukum Penawaran
Hukum penawaran berbunyi, apabila harga suatu barang atau jasa naik, maka jumlah yang ditawarkan produsen akan bertambah dan sebaliknya. Apabila harga suatu barang atau jasa turun, maka jumlah yang ditawarkan produsen juga akan berkurang. Hukum penawaran tersebut Nampak bahwa antara harga dan jumlah barang yang ditawarkan produsen memiliki hubungan positif atau searah.

3. Macam-Macam Penawaran
Penawaran mencerminkan pola perilaku produsen dalam menjual suatu jenis atau jasa tertentu. Penawaran dapat dibedakan menjadi dua yaitu : penawaran individual dan penawaran pasar. Untuk lebih mudah memahami konsep penawaran pasar, kalian pahami contoh daftar penawaran berikut ini.
Misalkan dipasar beras ada 20 orang penjual.

4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penawaran
Faktor-faktor yang semula dianggap tetap tersebut berubah, maka akan menyebabkan terjadinya perubahan penawaran. Perubahan penawaran dicerminkan dari pergeseran kurva penawaran jika kurva penawaran bergeser ke kanan berarti penawaran bertambah. Maka pergeseran kurva penawaran yang kedua adalah pergeseran seluruh kurva penawaran.

Harga Bahan Baku
Harga bahan baku yang digunakan dalam proses produksi, menentukan besarnya biaya produksi.

Teknologi
Pemakaian teknologi baru dalam memproduksi suatu barang akan mengakibatkan biaya produksi kurang tersebut lebih murah.







Gambar 4.23 Kurva kenaikan penawaran lemari

Pajak atau Subsidi
Pajak yang dibebankan kepada produsen/penjual, akan dianggap sebagai tambahan biaya produksi.
Sebaliknya subsidi yang diberikan pemerintah kepada produsen/penjual, akan mengurangi biaya produksi.








Perkiraan produsen mengenai harga barang dimasa yang akan datang
Perkiraan produsen mengenai harga barang dimasa yang akan datang turut menunjukkan jumlah barang yang ditawarkan produsen. Bila produsen :







Jumlah produsen/penjual
Jumlah produsen penjual turut menentukan jumlah barang ditawarkan, semakin banyak penjual maka akan semakin besar jumlah barang yang ditawarkan.







Gambar 4.26 Kurva kenaikan penawaran akan pohon natal dan hiasannya

5. Elastisitas Penawaran
Elastisitas harga penawaran mencerminkan propisi perubahan jumlah yang ditawarkan akibat adanya perubahan harga barang itu sendiri. Angka yang menunjukkan besarnya derajat elastisitas penawaran disebut koefisien elastisitas harga penawaran (ns) nilai koefisien elastisitas penawaran secara matematis dapat dirumuskan sebagai berikut :
ns :
ns :

Apabila diperhatikan Q, Q merupakan persentase perubahan jumlah barang yang ditawarkan dan P, P merupakan harga persentase perubahan harga barang itu sendiri. Dengan demikian, nilai koefisien elastisitas penawaran dapat juga diungkapkan.
ns :
nab :
Apabila menggunakan rumus (2) nilai koefisien elastisitas penawaran dari A ke B sebagai berikut.

6. Macam-Macam Elastisitas Penawaran
Penawaran In Elastis (tidak elastis), jika n < 1
Penawaran suatu barang dikatakan in elastis apabila perubahan jumlah barang yang ditawarkan tidak terlalu dipengaruhi oleh perubahan harga barang tersebut.

Penawaran elastis, jika n > 1
Penawaran terhadap suatu barang dikatakan elastis apabila perubahan jumlah yang ditawarkan sangat dipengaruhi oleh perubahan harga barang tersebut.

Penawaran elastis, uniter jika n = 1
Penawaran terhadap suatu barang dikatakan elastis uniter, apabila pengaruh perubahan harga sebanding dengan perubahan jumlah barang yang ditawarkan.

Penawaran in elastis sempurna, jika n = 0
Penawaran terhadap suatu barang dikatakan in elastis sempurna, apabila perubahan harga barang tersebut tidak berpengaruh terhadap jumlah barang yang ditawarkan.

Penawaran elastis sempurna, jika n = (tidak berhingga)
Penawaran terhadap suatu barang dikatakan elastis sempurna apabila adanya perubahan tingkat harga yang sangat kecil menyebabkan jumlah yang ditawarkan berkurang menjadi 0. Dalam kenyataan penawaran yang sifatnya elastis sempurna sangat jarang ditemukan.
C. KESEIMBANGAN PASAR BARANG
1. Keseimbangan Pasar Barang (output)
Dalam analisis grafis, keseimbangan pasar dapat dilakukan dengan cara menggabungkan kurva permintaan pasar dan penawaran pasar.

2. Keseimbangan Pasar Barang (catatan matematis)
Kalian tentu telah mempelajari membentuk fungsi permintaan pasar beras dan penawaran pasar beras. Kedua fungsi tersebut adalah Qd = -4/SP + 5.800 dan Qs = 4/5P-600. Apabila fungsi permintaan dan penawaran sama, maka keseimbangan pasarnya dengan pendekatan matematis dapat diperoleh dengan rumus :
Qd = Qs
Dimana :
Qd = Jumlah yang diminta
Qs = Jumlah yang ditawarkan
Dengan menggunakan fungsi permintaan dan penawaran pasar beras yang telah kita temukan, maka harga dan jumlah keseimbangannya dapat dicari sebagai berikut :
Keseimbangan pasar terjadi apabila kita jumlah barang yang diminta sama dengan jumlah yang ditawarkan atau Qd = Qs.
Oleh karena itu : -4/5P + 5.800 = 4/5P – 600
-4/5P – 4/5P = -600 – 5.800
-8/5P = 4.000
Untuk P = 4.000 kaka : Q = 4/5P – 600
Q = 4/5 (4.000) – 600
Q = 2.600
Jadi, keseimbangan pasar beras tercapai pada harga Rp.4.000,00 dan jumlah sebesar 2.600 kg.
Silahkan kalian perhatikan, baik dengan pendekatan grafis maupun matematis keseimbangan pasar tercapai pada harga dan jumlah yang sama.



3. Perubahan posisi keseimbangan pasar barang
a. Perubahan permintaan
Permintaan berubah karena adanya perubahan salah satu faktor yang semula dianggap cateris paribus. Kita ambil contoh, menjelang hari raya Idul Fitri. Permintaan akan beras dipasar biasanya naik karena banyak umat barang Islam yang ingin membeli beras untuk keperluan menunaikan zakat fitrah dan merayakan hari kemenangan tersebut.

b. Perubahan penawaran












Gambar 4.36 Pengaruh penurunan penawaran terhadap keseimbangan pasar beras
Berkurangnya jumlah produsen beras akibat kegagalan panen padi menyebabkan kurva penawaran beras bergeser ke kiri menjadi S1. Dengan kurva permintaan yang tetap/tidak, maka perpotongan antara kurva D dan S1 terjadi PADA titik E1 dengan demikian, harga keseimbangan beras naik menjadi Rp.4.200,00 per kilogram dan jumlah keseimbangan turun menjadi 2.400 kg. Hal sebaliknya terjadi apabila penawaran naik.

c. Perubahan permintaan dan penawaran secara bersama-sama



0 komentar:

Poskan Komentar